Meningkatkan Iman


Written on 10 Mei 2012 – 21:13 | by elqolam

Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah, saat ditanya apakah iman bertambah dan berkurang.

Beliau menjawab : “Iman bertambah sampai mencapai bagian tertinggi dari surga ketujuh. Dan iman juga menurun sampai mencapai bagian terendah dari lorong-lorong tambang di perut bumi”.

Begitulah Iman, banyak penyebab yang bisa menaikkannya, memperkuatnya, dan membuatnya tumbuh berkembang, sebaliknya banyak penyebab pula yang menurunkan, melemahkan dan meruntuhkannya.

Iman yang bertambah kokoh laksana akar pohon yang kuat menghunjam tanah, menopang batang yang menjulang subur, rindang, dan berbuah lebat, memberi keteduhan dan banyak manfaat. Sedangkan Iman yang turun merapuh akan mengotori jiwa, menjauhkan keadilan dan mendekati kedzaliman, menimbulkan kegersangan dan banyak kerusakan.

Selayaknyalah orang-orang beriman memperhatikan sebab-sebab naik turunnya iman, karena akan berpengaruh terhadap kemanfaatan hidupnya di dunia dan keselamatannya di akhirat kelak. Insya Allah, buku dalam genggaman anda ini dihadirkan untuk memenuhi harapan tersebut. Di dalamnya dijelaskan secara rinci penyebab naik turunnya iman pada seseorang, serta amal-amal memperkuat tumbuh dan berkembangnya iman dalam jiwa seorang muslim. Dikisahkan pula perilaku para sahabat dan salafus shalih dalam menjaga keimanannya.

Berikut ini beberapa cara yang dapat meningkatkan keimanan kita. Read the rest of this entry »

Hiasan Neraka


Written on 3 April 2012 – 22:05 | by elqolam

Allah berfirman “Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.” (QS Al-Infitaar:13-14)

Semua manusia pasti menginginkan untuk masuk syurga dan takut masuk neraka. Akan tetapi perhatikanlah kisah berikut:

Setelah Allah selesai menciptakan syurga kemudian memanggil malaikat Jibril, dan berfirman: “Wahai Jibril lihatlah syurga”. Atas perintah Allah Jibril melihat syurga. Setelah kembali Allah swt bertanya: “Wahai Jibril bagaimana keadaan syurga?”

Jibril menjawab: “Ya Allah seandainya manusia pernah melihat syurga pastilah mereka menginginkan masuk ke dalamnya”

Kemudian Allah merintangi syurga dengan berbagai kesukaran hidup di dunia, kemudia Allah swt berfirman: “Wahai Jibril lihatlah syurga sekarang!”. Maka malaikat Jibril melihat syurga. Setelah kembali Allah swt berfirman : “Bagaimana keadaanya sekarang?” Kemudian Jibril menjawab: “Ya Allah begitu hebatnya rintangan yang Engkau ciptakan, aku khawatir tak satupun manusia dapat memasukinya”

Kemudian Allah menciptakan Neraka Jahanam, setelah selesai Allah swt memanggil Jibril, kemudian berfirman: “Wahai Jibril lihatlah Jahanam!”. Atas perrintahNya Jibril berangkat melihat keadaan neraka dengan berbagai siksa yang ada di dalamnya. Setelah keembali Allah bertanya: “Wahai Jibril bagaimana keadaan Neraka”. Jibril menjawab: “Ya Allah sekiranya manusia pernah melihat Neraka, pastilah mereka takut memasukinya”

Setelah itu Allah menghias Neraka dengan berbagai kenikmatan hidup di dunia, kemudian berfirman: “Wahai Jibril lihatlah keadaanya sekarang!” Atas perintahnya Jibril melihat keadaan Neraka. Setelah kembali Allah swt bertanya: “Wahai Jibril, bagaimana keadaanya sekarang?” Jibril menjawab: “Ya Allah begitu hebatnya hiasan yang Engkau ciptakan, aku khawatir semua manusia terjebak masuk kedalamnya”

Jalan menuju syurga adalah segala perbuatan yang memberatkan, penuh dengan cobaan dan ujian. Shalat, puasa, zakat dan naik haji adalah perkara yang memberatkan, harus dijalaninya dengan kesabaran. sedangkan jalan menuju Neraka adalah perkara yang enak-enak, yang menyenangkan, seperti Judi, khamer, korupsi, zina dll. Tapi semua itu adalah dilarang oleh agama. Siapa yang melanggarnya akan mendapat siksa di neraka.

Seorang mukmin selalu diatur dengan berbagai aturan baik berupa perintah, maupun larangan. Seluruh aktifitas selalu ada aturanya. Dunia itu bagaikan neraka bagi seorang mukmin. Inilah perumpamaan yang disampaikan oleh Rasululah saw:

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda, “Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan Syurga bagi orang kafir.” (HR. Muslim)

Agar kita terhindar dari jebakan neraka, maka ketika menemukan perkara yang menyenangkan tanyakanlah, apakah yang enak itu dilarang oleh agama. Jika dilarang maka yakinlah bahwa itu adalah hiasan neraka. Ketika menjumpai hal yang memberatkan, jika itu perintah agama, maka yakinkan pula itu merupakan rintangan syurga.

Wallahu’alam Bishowwab.

Baca pula: Permusuhan dengan Syetan

Tags: ,

Sabar dan Syurga


Written on 24 Juni 2011 – 22:33 | by elqolam

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas (QS. Az Zumar:10)

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar (QS Al Baqarah: 153)

Dari Anas ra. ia berkata, Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: ‘Apabila Aku menguji seorang hambaKu dengan kebutaan pada kedua matanya kemudian ia sabar, maka Aku akan menggantikannya dengan syurga” (HR. Bukhari)

Dikisahkan, ada seorang wanita yang mendatangi Rasulullah saw, kemudian berkata: “Sesungguhnya saya mempunyai penyakit ayan, dan aurat saya terbuka karenanya. Oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah agar penyakit saya sembuh”.

Beliau saw. kemudian bersabda: “Apabila kamu mau sabar maka kamu akan masuk syurga, dan apabila kamu tetap meminta, maka saya pun akan berdo’a kepada Allah agar engkau sembuh dari penyakitmu”

Wanita itu menjawab: “Kalau begitu saya akan bersabar”. Kemudian wanita itu berkata lagi, “Sesungguhnya aurat saya terbuka karenanya, oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah agar aurat saya tidak terbuka”

Maka Rasulullah berdo’a untuknya agar auratnya tidak terbuka. Read the rest of this entry »

Tags: ,

Permusuhan dengan Syetan


Written on 19 Juni 2011 – 21:46 | by elqolam

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Annur:21)

Ketika tiba waktu shalat, Iblis mengerahkan pasukan/bala tentaranya supaya menghampiri manusia, mereka alihkan dengan kesibukan supaya melupakan shalat. Syetan mendatangi orang yang hendak menunaikan shalat, lalu dialihkan pada kesibukan lain, sehingga orang itu mengakhirkan waktunya. Dan kalau itu tidak berhasil, maka syetan pun mendorong secepatnya supaya orang itu tidak menyempurnakan shalat, baik ketika ruku, sujud ataupun bacaan dan tasbihnya. Dan kalau itu tidak berhasil, maka syetan pun membuat kesibukan urusan dunia pada hatinya. Dan kalau itu juga tidak berhasil, maka minggatlah syetan dengan penuh kerugian dan  kehinaan. Kemudian Iblis terkutuk menghukum syetan yang gagal dengan cara mengikat dan membuangnya ke laut. Tetapi apabila syetan berhasil dalam misinya, yaitu menggoda orang shalat, maka ia pun memperoleh penghargaan yang tinggi dan disanjung-sanjung.

Tiga jurus ampuh yang dilakukan oleh syetan dalam menggoda manusia dalam perkara shalat, yaitu:

  1. Sebelum pelaksanaan, yaitu syetan membisikan agar menunda-nunda shalat sehingga kita mengakhirkannya, tidak tepat waktu bahkan tidak dilaksanakan sama sekali.
  2. Selama Pelaksanaan, membisikan kedalam hati agar  kita sibuk memikirkan kepentingan dunia, sehingga shalat dilakukan tergesa-gesa dan tidak khusu. Contohnya ketika kita shalat, ingat bahwa motor belum dikunci stang.
  3. Setelah pelaksanaan shalat, syetan menanamkan rasa ujub, membanggakan diri dengan merasa shalatnya telah sempurna karena telah tepat waktu dan khusu

Wallahu’alam Bishshowab:

Tags:

Orang Kaya yang Bersyukur


Written on 17 Juni 2011 – 21:01 | by elqolam

Adapun orang yang (memberikan hartanya) di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (QS. Al Lail: 5-7)

“Dan kelak akan dijauhkan orang-orang paling takwa dari neraka yaitu orang menafkahkan hartanya di jalan Allah untuk membersihkannya, padahal tidak seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhoan Tuhannya yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benr mendapat kepuasan” (QS. Al Lail: 17-21)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra., dari Nabi saw., Beliau bersabda: “Tidak diperbolehkan hasud (iri hati), kecuali dalam dua hal, seseorang yang dikaruniai harta oleh Allah kemudian dibelanjakan dalam kebenaran, dan seorang yang dikaruniai ilmu oleh Allah kemudian diamalkan dan diajarkannya (HR. Bukhari Muslim)

Dalam riwayat lain “Hasud yang diperbolehkan hanya dalam dua hal: Seseorang yang diberi pengertian Alqur’an oleh Allah, kemudian ia pergunakan sebagai pedoman hidupnya pada waktu  malam dan siang, dan seseorang yang dikaruniakan harta oleh Allah, kemudian ia menafkahkannya pada waktu malam dan siang (HR. Bukhari Muslim)

Dikisahkan, sekelomok kaum Muhajirin yang miskin mendatangi Rasulullah saw. kemudian berkata: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya mendapat derajat yang tinggi dan kenikmatan abadi”. Beliau saw. bertanya: “Mengapa demikian?”.

Mereka menjawab: “Mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat. Mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, dan mereka juga bisa bersedekah dengan hartanya, sedangkan kami tidak dapat melakukannya. Mereka memerdekakan budak, sedangkan kami tidak bisa”.

Kemudian Beliau saw. bersabda: “Bolehkah aku memberitahu kalian tentang sesuatu yang dapat mengejar mereka, dan kalian akan menjadi orang-orang terdepan bagi orang-orang sudahmu, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama dari kalian, kecuali mereka yang melakukan seperti apa yang kalian lakukan”

Mereka, “Baiklah wahai Rasulullah”

Beliau menjawab: “Yaitu supaya kalian membaca tasbih (Subhanallah), membaca takbir (Allahu Akbar), dan membaca tahmid (Alhamdulilah) setiap selesai shalat masing-masing 33 kali”.

Beberapa waktu kemudian, para sahabat Muhajirin itu kembali lagi kepada Rasulullah saw. dan berkata: “Saudara-saudari kami yang kaya itu mendengar apa yang kami lakukan, kemudian mereka melakukan seperti apa yang kami lakukan”.

Maka Raulullah sw. bersabda: “Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki”

Wallahu’alam Bisshowab.