Kebajikan yang Sempurna

16 Dec 2010

Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu, Allah Maha Mengetahui (QS. Ali Imron:92)

Seseorang tidak akan mencapai tingkat kebajikan di sisi Allah, sebelum ia dengan ikhlas menginfakkan harta yang dicintainya di jalan Allah. Setelah ayat ini turun para sahabat berlomba-lomba berbuat kebaikan. Abu Thalhah Al-Anshari seorang hartawan dikalangan Anshar datang menemui Rasulullah saw. dengan memberikan sebidang kebun kurma yang dicintainya untuk diinfakkan di jalan Allah.

Pemberian itu diterima oleh Rasulullah dengan baik dan memuji keikhlasannya. Rasulullah menasihatkan agar harta itu diinfakkan kepada keluarga dekatnya, maka atas nasihat itu Abu Thalhah membagi-bagikannya kepada keluarganya. Dengan sedekahnya itu, maka ia memperoleh dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung tali silaturahmi. Dalam suatu hadis disebutkan: “Bersedekah kepada keluarga mendapat dua pahala, yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung tali silaturahmi.”

Demikian pula dengan Umar bin Khattab, ia mendatangi Rasulullah saw. dengan meyerahkan sebidah kebun di Khaibar. Nabi menyuruh pula agar ia tetap memelihara kebun itu, sedangkan hasilnya merupakan wakaf dari Umar bin Khattab.

Orang yang benar-benar beriman kepada Allah jauh dari sifat kikir. Orang seperti itu akan ikhlas menginfakkan sebagian harta yang dicintainya di jalan Allah. Jika hal itu telah mampu dilakukan oleh seseorang, maka ia disebut dengan orang dermawan.

Wallahu’alam Bisshowwab.


TAGS Kebajikan yang sempurna Sedekah Orang dermawan


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post