Ghulul (Korupsi)

18 Dec 2010

Dan tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan perang). Barangsiapa berkhianat, niscaya pada hari kiamat akan datang dengan apa yang dikhianatkannya itu (QS. Ali Imran:161)

Wahai sekalian manusia, barangsiapa di antara kamu mengerjakan sesuatu untuk kita, kemudian ia menyembunyikan sehelai barang jahitan atau lebih dari itu, maka perbuatan itu ghulul (korupsi), harus dipertangungjawabkan nanti pada hari Kiamat (HR. Muslim)

Dari Umar bin Khattab ra. berkata: “Setelah selesai perang Khaibar beberapa sahabat menghadap Rasulullah saw. seraya mengatakan: “Si fulan mati sahid, si fulan mati sahid, si fulan mati sahid.” Rasulullah saw. bersabda: “Tidak, saya lihat si fulan ada di neraka, karena ia mencuri selimut atau sehelai baju.” Kemudian Rasulullah bersabda: “Hai Umar pergilah engkau, lalu umumkan kepada orang banyak bahwa si fulan tidak akan masuk syurga, kecuali orang-orang mukmin.” Umar berkata, lalu aku keluar, maka aku meyeru, “Ketahuilah bahwa si fulan tidak akan masuk syurga kecuali orang-orang mukmin.” (HR. Muslim)

Mengambil barang milik umum merupakan pencurian yang biasanya disebut korupsi. Orang yang korupsi tidak akan masuk syurga, walaupun yang diambil itu sedikit atau bahkan boleh dikatakan tidak berharga. Korupsi termasuk melalaikan amanat, yaitu ia berkhianat terhadap perbuatan atau pekerjaannya. Cara apapun yang dilakukan yang intinya mengambil barang bukan haknya termasuk mencuri/korupsi. Pada hari kiamat orang itu akan diminta pertanggungjawaban. Ia akan membawa barang yang telah diambilnya sewaktu di dunia, kemudian ia diperintahkan untuk mengembalikannya kepada orang yang berhak.

Pada hari kiamat, orang akan dikumpulkan dalam jumlah besar, sejak jaman Nabi Adam sampai manusia terakhir. Entah berapa ratus milyar orang? Orang-orang akan dihimpun dan jumlah besar, dimana pengumpulan itu memerlukan waktu 40 ribu tahun. Bagaimana mungkin bisa mencari orang yang memiliki barang barang yang telah diambil haknya. Sementara pada waktu itu orang-orang sibuk memikirkan nasib yang akan dialaminya.

Mungkin pernah kita alami, mencari seseorang, atau teman di Mall, atau Supermarket, sulit sekali ditemukan. Padahal itu berada dalam ruangan yang terbatas dan kecil sekali. Pada hari kiamat nanti orang-orang berkumpul dalam jumlah yang amat banyak. Tentu akan sulitlah mencari orang yang didzalimi, akibat korupsi.

Korupsi termasuk perbuatan dzalim terhadap diri sendiri, dan mendzalimi orang lain. Kedzaliman merupakan kegelapan di hari kiamat. Orang yang berbuat dzalim di akherat nanti ia akan merugi, menderita kebangkrutan amal. Orang yang dizalimi akan menuntut agar hak-haknya dikembalikan. Sementara di akherat nanti kedzaliman itu harus dibayar dengan amal kebaikan yang dimiliki oleh orang yang berbuat dzalim.

Gambarannya adalah sebagai berikut:

Si A berbuat dzalim kepada si B. Maka si B akan menuntut kepada si A, agar ia membayar kedzalimannya sewaktu di dunia. Sementara di akherat nanti yang dibawa oleh seseorang adalah amalannya, yaitu amal baik dan amal buruk. Si A harus menebus kesalahan kepada si B dengan menyerahkan amal kebaikannya kepada si B. Jika pembayarannya itu belum memadai, maka amal kejelekan si B yang diberikan kepada si A. Dengan demikian amal baik si A akan habis, bahkan amal buruknya akan bertambah banyak. Bagaimana jadinya jika perbuatan dzalim itu dilakukan kepada banyak orang?.

Seorang Bupati yang korupsi, berarti ia berbuat dzalim kepada orang-orang sekabupaten. Seorang Gubernur yang korupsi, berarti ia berbuat dzalim kepada orang-orang seprovinsi. Begitu seterusnya. Jika ada orang yang berbuat korupsi, maka ia akan dituntut oleh orang banyak. Ia akan kehilangan amal baiknya. Seluruh amal baiknya itu akan habis untuk membayar kedzaliman yang telah dilakukannya. Bahkan bisa lebih berbahaya lagi, amal kejahatannya bisa bertambah akibat limpahan dari orang-orang yang didzalimi. Jadi orang yang berbuat dzalim akan bangkrut di akherat nanti, walaupun membawa banyak amal kebaikan.

Demikian pula orang yang berbuat korupsi, dia akan bangkrut di akherat nanti, akan celaka, dan mendapat murka Allah, yaitu mendapat siksa neraka.

Pada hadis itu, menerangkan bagaimana akibat berbuat ghulul. Walaupun orang itu mati dalam medan pertempuran, di mana mati seperti itu digolongkan sebagai mati yang amat mulia, akan tetapi jika orang itu berbuat khianat maka yang terjadi adalah amal kejahatan. Orang itu digolongkan sebagai orang yang berbuat dosa. Pahala jihadnya hangus termakan pengkhianatan akibat mengambil sehelai kain rampasan perang yang belum dibagi.

Kisah itu memberikan pelajaran bagi kita, bagaimana akibat orang yang berbuat korupsi. Apapun alasannya korupsi itu merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan agama. Pelakunya akan menderita, di dunia akan menerima hukuman yang berat. Dan yang amat menyedihkan orang itu akan mendapat siksa, masuk kedalamn azab neraka. Itulah bahaya korupsi/pengkhianatan.

Wallahu’alam Bissowwab.


TAGS Ghulul Korupsi Khianat Syurga Neraka


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post