Orang Kaya yang Bersyukur

17 Jun 2011

Adapun orang yang (memberikan hartanya) di jalan Allah dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (QS. Al Lail: 5-7)

“Dan kelak akan dijauhkan orang-orang paling takwa dari neraka yaitu orang menafkahkan hartanya di jalan Allah untuk membersihkannya, padahal tidak seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhoan Tuhannya yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benr mendapat kepuasan” (QS. Al Lail: 17-21)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra., dari Nabi saw., Beliau bersabda: “Tidak diperbolehkan hasud (iri hati), kecuali dalam dua hal, seseorang yang dikaruniai harta oleh Allah kemudian dibelanjakan dalam kebenaran, dan seorang yang dikaruniai ilmu oleh Allah kemudian diamalkan dan diajarkannya (HR. Bukhari Muslim)

Dalam riwayat lain “Hasud yang diperbolehkan hanya dalam dua hal: Seseorang yang diberi pengertian Alqur’an oleh Allah, kemudian ia pergunakan sebagai pedoman hidupnya pada waktu malam dan siang, dan seseorang yang dikaruniakan harta oleh Allah, kemudian ia menafkahkannya pada waktu malam dan siang (HR. Bukhari Muslim)

Dikisahkan, sekelomok kaum Muhajirin yang miskin mendatangi Rasulullah saw. kemudian berkata: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya mendapat derajat yang tinggi dan kenikmatan abadi”. Beliau saw. bertanya: “Mengapa demikian?”.

Mereka menjawab: “Mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat. Mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, dan mereka juga bisa bersedekah dengan hartanya, sedangkan kami tidak dapat melakukannya. Mereka memerdekakan budak, sedangkan kami tidak bisa”.

Kemudian Beliau saw. bersabda: “Bolehkah aku memberitahu kalian tentang sesuatu yang dapat mengejar mereka, dan kalian akan menjadi orang-orang terdepan bagi orang-orang sudahmu, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama dari kalian, kecuali mereka yang melakukan seperti apa yang kalian lakukan”

Mereka, “Baiklah wahai Rasulullah”

Beliau menjawab: “Yaitu supaya kalian membaca tasbih (Subhanallah), membaca takbir (Allahu Akbar), dan membaca tahmid (Alhamdulilah) setiap selesai shalat masing-masing 33 kali”.

Beberapa waktu kemudian, para sahabat Muhajirin itu kembali lagi kepada Rasulullah saw. dan berkata: “Saudara-saudari kami yang kaya itu mendengar apa yang kami lakukan, kemudian mereka melakukan seperti apa yang kami lakukan”.

Maka Raulullah sw. bersabda: “Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki”

Wallahu’alam Bisshowab.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post