Penghalang Turunnya Rizki

21 May 2012

Siapa yang tidak menginginkan rizkinya melimpah. Akan tetapi kadang kala setelah banyak berusaha rizki itu seakan tersumbat. Orang-orang mengatakan rizki lagi seret. Nah pada kesempatan ini kita perlu tahu apa sih yang dapat menghalangi turunnya rizki. Coba kita renungkan keterangan berikut:

Perbuatan Dosa

Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah menambah dalam umur kecuali kebaikan, dan tidaklah bisa menolak takdir kecuali do’a dan sesungguhnya seseorang benar-benar dicegah rizkinya dengan sebab dosa yang ia lakukan. ‘( HR. Ahmad & Ibnu Majah)

Perbuatan dosa yang dilakukan oleh seseorang dapat menghalangi turunnya rizki. Seseorang yang banyak berbuat maksiat dan dosa hendaklah untuk segera bertaubat dari perbuatan dosanya. Dalam keterangan yang lain disebutkan, memperbanyak membaca istigfar dapat melancarkan turunnya rizki. Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah).

Adapun orang orang yang berbuat dosa, umpanya karena melakukan korupsi, walaupun hakekatnya hartanya melimpah, akan tetapi keberkahan dari hartanya itu akan hilang. Bahkan ia sendiri tidak bisa menikmati akan hartanya sendiri. Pada dasarnya, orang yang paling miskin itu pada dasarnya adalah koruptor.

Tidur di Pagi Hari

Rasulullah bersabda, “Ash Shubhat (tidur pagi) mencegah rezki. (HR. Abu Nu’aim, Kitab Al Jami’us Shagier, dan Ahmad )

Tidur di pagi hari, setelah shalat shubuh kadang-kala terasa nikmat. Lagi kondisi dingin, masuk lagi ke tempat tidur. Tetapi ketahuilah bahwa hal itu sebenarnya hanya menghalangi turunnya rizki. Ini jelas karena hal itu merupakan perbuatan orang malas. Orang-orang mengatakan rizkinya dipacok ayam

Diceritakan bahwa di antara murid-murid yang belajar pada Aristoteles (filsuf Yunani) terdapat seorang yang sangat malas. Ketika diperingatkan oleh gurunya, dia menjawab mengemukakan alasannya, “Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak memiliki ketekunan untuk membaca, dan tidak mempunyai kesabaran terhadap kelelahan serta kejenuhan belajar”.

Aristoles lalu berkata kepada muridnya yang malas itu, “Kalau demikian tidak ada jalan lain bagimu kelak, kecuali harus sabar menghadapi kesengsaraan dan kebodohan“.

Melakukan Kecurangan

Rasulallah SAW bersabda: “Dan tidaklah suatu kaum mengurangi timbangan dan ukuran, melainkan diputus rizki pada mereka. (HR. Malik dari Abdullah bin Abbas)

Dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah saw menghadap kami lalu mengatakan: “Wahai orang-orang Muhajirin, ada 5 perkara bila kalian tertimpa dengannya -dan aku berlindung kepada Allah untuk kalian tertimpa dengannya- …(lalu beliau mengatakan) dan tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan kecuali mereka tertimpa oleh paceklik, kesusahan (dalam memenuhi) kebutuhan, dan kejahatan penguasa….” (HR. Ibnu Majah)

Allah swt memberikan peringatan kepada para pedagang agar jangan sampai melakukan kecurangan dalam jual beli. Allah telah menyediakan neraka khusus bagi pedagang yang curang, yaitu neraka Wail.

“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Al-Isra’: 35)

“Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar kesanggupannya.” (Al-An’am: 152)

“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” (Ar-Rahman: 9)

Somoga kita termasuk orang-orang yang dilapangkan rizkinya, dengan berkat keimanan dan ketawakalan kepada Allah.

Wallahu’alam Bihshowwab.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post